WISUDHA PERMADANI TUNTANG GETASAN
Lestarikan Budaya Jawa, 61 Siswa Permadani Bregada 70 & 71 Resmi Diwisuda di Kampoeng Banyumili
Masyarakat Kabupaten Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya Jawa. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Wisudha Purnawiyata Pawiyatan Panatacara saha Pamedhar Sabda oleh Permadani Kabupaten Semarang. Acara yang berlangsung meriah di Kampoeng Banyumili ini meluluskan puluhan siswa yang siap menjadi garda terdepan pelestari bahasa dan sastra Jawa
Suasana khidmat dan kental akan nuansa budaya Jawa menyelimuti kawasan Kampoeng Banyumili pada Minggu pagi, 11 Januari 2026. Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia atau Permadani sukses menyelenggarakan Wisudha Purnawiyata bagi siswa Pawiyatan Panatacara saha Pamedhar Sabda Bregada 70 dan 71 dari Kecamatan Tuntang dan Kecamatan Getasan.
Acara ini diikuti oleh enam puluh satu siswa yang telah dinyatakan lulus setelah menempuh masa pendidikan budaya. Kemeriahan acara sudah terasa sejak awal, saat jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Permadani memasuki ruangan dengan iringan Tarian Gambyong yang gemulai, sebagai simbol penghormatan kepada tamu agung.
Hadir dalam acara tersebut, pengurus DPP, DPW, serta perwakilan DPD dari Kota Salatiga dan DPC pendukung seperti Banyubiru, Bringin, Suruh, dan Bawen. Forkopincam yang hadir secara pribadi Camat Tuntang dan Danramil Tuntang, sementara Camat Getasan diwakili oleh Sekcam Getasan.
Prosesi diawali dengan menyanyikan
lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti dengan pembacaan doa. Suasana
berubah menjadi syahdu saat kirab para siswa dimulai. Dengan iringan gending
Jawa yang mendayu-dayu, para wisudawan berjalan menuju panggung utama. Di atas
panggung, semangat persaudaraan membuncah saat seluruh siswa menyanyikan lagu
"Permadani Kuncara" dan "Gugur Gunung", dilanjutkan dengan
pengucapan ikrar "Tri Niti Yogya" secara serempak.
Laporan kegiatan disampaikan oleh pengurus DPD Permadani Kabupaten Semarang, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris DPD. Puncak prosesi wisuda ditandai dengan pembacaan kata-kata wisuda secara langsung oleh Ketua DPP Permadani.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap regenerasi budaya, pihak penyelenggara memberikan kenang-kenangan khusus bagi siswa berprestasi serta siswa yang masih berusia belia namun telah memiliki semangat tinggi untuk mengikuti pawiyatan.
Bupati Semarang dalam sambutannya yang dibacakan oleh Camat Tuntang, Bapak Dani Ardiyanto, S.STP, M.M, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Permadani.
"Pemerintah Kabupaten Semarang sangat mengapresiasi peran aktif Permadani dalam nguri-nguri atau melestarikan basa dan budaya Jawa. Melalui pawiyatan ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya mahir sebagai panatacara, tetapi juga menjadi penjaga etika dan moral kebudayaan di tengah masyarakat."
Apresiasi senada juga datang dari DPP Permadani. Dalam sambutannya, perwakilan DPP menyebut bahwa DPD Permadani Kabupaten Semarang merupakan DPD yang paling aktif di seluruh Indonesia dalam menyelenggarakan pendidikan budaya secara berkelanjutan.
Ketua Panitia Pujiyanto, S.E. M.M yang juga ketua DPC Permadani Kecamatan Tuntang saat ditemui awak media menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu acara ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses, harapan ke depan bagi siswa yang baru saja diwisuda dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang didapat dari pawiyatan bisa bermanfaat bagi masyarakat, serta jangan berhenti untuk belajar karena ini baru tahap pengenalan dari dasar. dalam hal kepanatacaraan dan pamedharsabda.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Namun, ada pemandangan menarik di penghujung acara, di mana para peserta dan tamu undangan saling berebut sayur-mayur yang dijadikan dekorasi latar belakang panggung, sebagai simbol ngalap berkah dan suka cita atas keberhasilan para wisudawan.




Komentar
Posting Komentar