Badrodin Kembali Terpilih Pimpin Badko LPQ Bawen,

 

Badrodin Kembali Terpilih Pimpin Badko LPQ Bawen, Tantangan Aktivasi TPQ dan Motivasi "AKIK" dari Camat Jadi Sorotan Utama

 

BAWEN, [20/7/2025] – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (Badko LPQ) Kecamatan Bawen telah sukses digelar pada hari Minggu, 20 Juli 2025. Bertempat di TK As Sholihah Bawen, acara ini menjadi momentum penting untuk evaluasi kepengurusan lama dan pemilihan kepemimpinan baru periode 2025-2030.

Badrodin kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Badko LPQ Kecamatan Bawen setelah terpilih secara demokratis. Namun, sorotan utama dalam musyawarah ini tidak hanya tertuju pada pemilihan, tetapi juga pada tantangan besar terkait rendahnya jumlah TPQ aktif dan motivasi penyemangat dari Camat Bawen, Dewanto, S.STP, M.M.


Agenda dan Sambutan Pembuka

Acara yang berlangsung khidmat diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars TPQ, yang membangkitkan semangat para ustadz dan ustadzah yang hadir.

Dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua demisioner periode 2019-2024, Bapak Badrodin menyampaikan laporan pertanggungjawaban yang jujur dan transparan. Ia menyoroti tantangan signifikan yang dihadapi dunia pendidikan Al-Qur'an di Kecamatan Bawen. "Dari total 91 TPQ yang terdata di Kecamatan Bawen, saat ini hanya sekitar 30 TPQ yang masih aktif menjalankan kegiatan belajar mengajar secara rutin. Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama," ungkap Badrodin. Ia juga menambahkan bahwa dari seluruh tenaga pendidik, baru 106 ustadz/ustadzah yang telah menerima insentif dari pemerintah, menunjukkan masih banyak yang perlu diperjuangkan.

Sambutan dilanjutkan oleh perwakilan dari Badko LPQ Kabupaten Semarang, Bapak Pujiyanto, yang menjabat sebagai Wakil Ketua 4. Beliau menjelaskan bahwa Muscam merupakan agenda wajib yang diselenggarakan serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Semarang. "Tujuan utama Muscam adalah dua hal: meminta pertanggungjawaban pengurus lama atas amanah yang telah dijalankan, dan yang kedua adalah memilih pengurus baru untuk periode lima tahun ke depan, yaitu 2025-2030," tegas Pujiyanto, dalam kesempatan itu,  Pujiyanto juga menyerahkan bantuan dari Bakdo LPQ Kabupaten kepada Badrodin berupa uang sebesar Rp 1.000.000,-

Dukungan dari pemerintah setempat juga hadir melalui sambutan dari Bapak Agus Wahid, selaku Kasi Kesra sekaligus Plt. Sekretaris Camat Bawen. Beliau memberikan motivasi mengenai pentingnya tata kelola kelembagaan yang profesional. "Mengelola lembaga pendidikan, termasuk TPQ, membutuhkan manajemen yang baik, semangat yang tak pernah padam, dan sinergi dengan semua pihak," ujarnya. Rangkaian acara pembuka ditutup dengan doa yang dipimpin oleh perwakilan Kepala KUA Bawen, Bapak Muh Risun.

 

Proses Pemilihan Ketua Baru yang Demokratis

Memasuki acara inti, sidang Musyawarah Kecamatan dipandu langsung oleh Bapak Pujiyanto dari Badko LPQ Kabupaten. Proses pemilihan ketua baru berjalan dengan lancar dan demokratis. Dari total 26 suara perwakilan TPQ yang hadir dan memiliki hak pilih, Bapak Badrodin berhasil meraih dukungan mayoritas dengan perolehan 19 suara. Hasil ini mengukuhkan dirinya untuk kembali menahkodai Badko LPQ Kecamatan Bawen untuk periode 2025-2030.

Kejutan dan Motivasi "AKIK" dari Camat Bawen

Suasana musyawarah menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Camat Bawen, Bapak Dewanto Leksono Widagdo,, S.STP, M.M., yang menyempatkan diri hadir di tengah-tengah kesibukannya. Beliau tidak hanya memberikan ucapan selamat, tetapi juga menyampaikan motivasi yang mendalam bagi para ustadz dan ustadzah melalui akronim "AKIK".

"Untuk memajukan lembaga pendidikan seperti TPQ, kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja. Saya titip formula sederhana yang saya singkat menjadi AKIK," jelas Camat Dewanto.

Beliau kemudian merinci makna dari akronim tersebut:

  • A - AKTIF: Lembaga tidak boleh sekadar ada papan namanya, tetapi harus benar-benar aktif menyelenggarakan kegiatan, memiliki program yang jelas, dan dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.

  • K - KREATIF: Para ustadz/ustadzah dituntut untuk kreatif dalam metode pengajaran agar anak-anak tidak bosan. Manfaatkan alat peraga, permainan, atau metode lain yang membuat belajar Al-Qur'an menjadi menyenangkan.

  • I - INOVATIF: Di zaman sekarang, TPQ harus inovatif. Mungkin dengan memanfaatkan teknologi sederhana untuk administrasi, membuat grup komunikasi dengan orang tua, atau menciptakan program unggulan yang membedakan TPQ satu dengan yang lain.

  • K - KOMUNIKATIF: Ini adalah kunci keberhasilan. Komunikatif harus dibangun secara internal dan eksternal.

    • Internal: Komunikasi yang baik harus terjalin antara pengurus, ustadz/ustadzah, santri, dan wali santri untuk menciptakan lingkungan belajar yang solid dan suportif.

    • Eksternal: TPQ harus proaktif membangun komunikasi dengan lingkungan sekitar, tokoh masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, hingga pihak swasta (CSR) untuk mendapatkan dukungan, baik moril maupun materiel.

Motivasi dari Camat Bawen ini disambut dengan antusias oleh seluruh peserta dan diharapkan menjadi energi baru bagi kepengurusan yang terpilih. Acara Musyawarah Kecamatan Badko LPQ Bawen secara resmi ditutup dengan doa yang dipimpin oleh salah satu ustadz, meninggalkan harapan besar untuk kemajuan pendidikan Al-Qur'an di

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WISUDHA PERMADANI TUNTANG GETASAN

PELANTIKAN PENGURUS BADKO KECAMATAN SE KABUPATEN SEMARANG

WAKIL BUPATI SEMARANG HADIRI MUSCAM BADKO LPQ BANYUBIRU