BIMTEK PENYUSUNAN PROFIL INOVASI DAERAH
Atasi Penurunan Indeks Inovasi, Bapperida Kabupaten Semarang Gelar Bimtek Penyusunan Profil Inovasi Daerah
SEMARANG – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Semarang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Profil Inovasi Daerah pada Kamis, 10 Juli 2025. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB di Kantor Bapperida ini dihadiri oleh para Camat se-Kecamatan Tuntang, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Direktur RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran dan Direktur RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Bapperida, Ibu Chrisolina, yang mewakili Kepala Bapperida. Dalam sambutannya, Ibu Chrisolina menekankan tujuan utama dari bimtek ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas perangkat daerah dalam menyusun laporan inovasi yang berkualitas.
"Kami prihatin dengan hasil penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Semarang yang dari tahun ke tahun cenderung menurun. Padahal, inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan pelayanan publik dan efisiensi pemerintahan," ujar Ibu Chrisolina.
Ia juga mengingatkan bahwa penyusunan inovasi daerah memiliki landasan hukum yang kuat, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No. 38 Tahun 2018 tentang Inovasi Daerah dan Permendagri No. 104 Tahun 2018 tentang Penilaian dan Pemberian Penghargaan dan/atau Insentif Inovasi Daerah.
Dukungan penuh juga datang dari legislatif. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Bapak Wisnu Wahyudi, S.T., yang turut memberikan sambutan, menyatakan bahwa inovasi daerah adalah upaya strategis untuk meningkatkan daya saing daerah di kancah regional maupun nasional.
"Inovasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi keharusan. Kami di DPRD, khususnya Komisi C, berkomitmen penuh untuk mendukung setiap kegiatan dan penganggaran yang bertujuan untuk menumbuhkan ekosistem inovasi di Kabupaten Semarang," tegas Wisnu Wahyudi.
Sebagai narasumber utama, Bapak Dr. Drs. R. Slamet Santoso, M.Si., dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, memaparkan materi secara komprehensif. Ia mengupas tuntas strategi pelaporan dan pengukuran Indeks Inovasi Daerah untuk tahun 2025.
"Inovasi harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar tugas tambahan untuk mengikuti kompetisi. Perlu ada pemahaman mendalam mengenai regulasi, kriteria penilaian, dan bentuk-bentuk inovasi yang dapat diajukan, mulai dari inovasi tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, hingga inovasi bentuk lainnya," jelas Dr. Slamet.
Sesi bimtek dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Perwakilan dari Dinas Kesehatan menanyakan tentang strategi pelaporan inovasi di bidang layanan kesehatan primer, sementara perwakilan dari dinas perizinan berdiskusi mengenai inovasi untuk penyederhanaan birokrasi.
Acara ditutup dengan harapan agar seluruh OPD, kecamatan, dan BUMD di Kabupaten Semarang dapat lebih proaktif dalam mendokumentasikan dan melaporkan setiap inovasi yang dilakukan, sehingga dapat berkontribusi positif pada peningkatan skor IID dan yang terpenting, meningkatkan kualitas hidup masyarakat.



Komentar
Posting Komentar