Desa Sraten Gelar Rembug Stunting

 

Desa Sraten Gelar Rembug Stunting, Lahirkan 15 Rencana Aksi dan Inovasi "Gerai Kesehatan"

 

SRATEN – Pemerintah Desa Sraten bersama seluruh pemangku kepentingan menggelar Rembug Stunting di Balai Desa Sraten, Selasa (29/7/2025). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini menghasilkan 15 usulan rencana aksi konkret dan komitmen bersama untuk mempercepat penurunan stunting secara terintegrasi di tingkat desa.

Forum strategis ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Kepala Desa Sraten beserta perangkat, Babinsa, Ketua BPD, TP PKK, Bidan Desa, Karang Taruna, Kader Posyandu, hingga perwakilan dari Puskesmas Gedangan dan Kecamatan Tuntang yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) serta Kasi PPMD,  PLKB Tuntang dan didampingi jjiga oleh Pendamping Désa .

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Sraten, Rohmad, SH. Dalam sambutannya, Rohmad menegaskan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama dan memerlukan gotong royong dari semua pihak.


 "Rembug Stunting ini adalah momentum kita untuk duduk bersama, menyatukan pikiran dan tenaga. Jangan sampai ada anak-anak Sraten yang masa depannya terhambat karena stunting," tegas Rohmad.

Ia juga menyampaikan sebuah inovasi yang akan segera digulirkan, yaitu rencana Koperasi Merah Putih untuk membuka "Gerai Kesehatan". "Ini adalah upaya kami dari desa untuk mendekatkan akses gizi dan layanan kesehatan bagi warga, sebagai salah satu intervensi nyata dalam pencegahan stunting," tambahnya.

Sementara itu, Camat Tuntang yang diwakili oleh Sekcam, Ibu Zakiyah Farida, S.E, M.Si, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas komitmen Desa Sraten. Ia menjelaskan bahwa stunting disebabkan oleh faktor multi-dimensi, sehingga perannya tidak hanya di pemerintah, tetapi juga di tingkat keluarga dan masyarakat.

"Peran kader Posyandu sebagai garda terdepan sangat krusial. Program seperti JUSPUDING (Jumat Sehat Pencegahan Dini Stunting) yang sudah berjalan harus terus kita dukung dan perkuat. Keberhasilan penurunan stunting ada di tangan kita semua," ujar Zakiyah.

Sesi paparan teknis diisi oleh Bidan Desa Sraten, Ibu Peni Susilowati, S.Tr. Keb. Ia memaparkan data dan kondisi riil balita di Desa Sraten, definisi stunting, serta pentingnya intervensi gizi spesifik yang menyasar ibu hamil dan balita, juga intervensi sensitif yang berkaitan dengan lingkungan dan pola asuh.


 Puncak acara adalah sesi diskusi yang dipandu oleh Ibu Suciwati dari Puskesmas Gedangan. Dalam diskusi yang interaktif tersebut, para peserta berhasil merumuskan
15 usulan rencana aksi yang akan ditindaklanjuti. Beberapa usulan prioritas di antaranya adalah:

  • Peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) Posyandu.

  • Kenaikan insentif bagi kader Posyandu.

  • Penambahan kuantitas dan kualitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

  • Dukungan dana operasional untuk kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB).

  • Penyelenggaraan bimbingan teknis bagi kader.

  • Penambahan alokasi vitamin untuk balita dan ibu hamil.

     

    Sebagai simbol komitmen bersama, kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Hasil Rembug Stunting oleh Kepala Desa Sraten, Ketua BPD, dan perwakilan Kader Posyandu. Seluruh rencana aksi yang disepakati akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan APBDes Tahun Anggaran 2026.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WISUDHA PERMADANI TUNTANG GETASAN

PELANTIKAN PENGURUS BADKO KECAMATAN SE KABUPATEN SEMARANG

WAKIL BUPATI SEMARANG HADIRI MUSCAM BADKO LPQ BANYUBIRU