EMPU MUDA RIDWAN DARI SRATEN TUNTANG
Lestarikan Budaya, Prosesi Sakral Jamasan Pusaka Sesuai Pakem Kraton Surakarta Digelar di Pendopo Adem Ayem Sraten
SRATEN – Suasana sakral dan khidmat menyelimuti Pendopo Adem Ayem, Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, pada hari Sabtu (26/7/2025). Empu Muda Sraten, Ridwan, dan Para pegiat budaya bersama kelompok Tosan Aji menggelar upacara Jamasan Pusaka, sebuah ritual pembersihan benda-benda pusaka warisan leluhur. Difasilitasi oleh pemilik pendopo, Mas Panji Hanief Gumilang, S.E, M.Par, kegiatan ini bertujuan utama untuk membuat video dokumenter mengenai tata cara jamasan yang sesuai dengan pakem (standar) asli dari Kraton Surakarta.
Rangkaian acara dimulai pada pagi hari dengan prosesi kirab pusaka dari Besalen Gajah Kuning di wilayah RW 04 Sraten. Pusaka-pusaka yang terdiri dari sebuah tombak dan tiga buah keris diarak dengan penuh hormat oleh anggota kelompok Tosan Aji dan para pegiat budaya. Suara bende yang ditabuh secara ritmis mengiringi setiap langkah arak-arakan, menambah kekhidmatan prosesi dan menarik perhatian warga sekitar.
Empu Muda Ridwan, seorang ahli pusaka yang berasal dari Sraten, memimpin langsung jalannya ritual jamasan. Dengan ketelitian dan pengetahuan mendalam, beliau memulai jamasan dengan membersihkan pusaka pertama, yaitu sebuah tombak, yang dilanjutkan dengan tiga buah keris lainnya. Setiap tahapan dilakukan sesuai dengan pakem Kraton Surakarta, mulai dari persiapan air khusus hingga teknik membersihkan dan mewarangi bilah pusaka.
Pemilik Pendopo Adem Ayem, Mas
Panji Hanief Gumilang, S.E, M.Par, yang juga dikenal sebagai seorang ahli
sejarah, Pamong Budaya Kota Salatiga, dan kurator ahli museum, menyatakan bahwa
kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam melestarikan budaya. "Kegiatan
ini adalah wujud nyata dari 'nguri-uri kabudayan Jawi' (melestarikan kebudayaan
Jawa). Jamasan bukan hanya soal membersihkan bilah pusaka secara fisik, tetapi
merawat warisan filosofi dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Dengan mendokumentasikan prosesi sesuai pakem Kraton Surakarta, kami berharap
pengetahuan otentik ini dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi
muda," ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
- Camat Tuntang, Bapak Aris Setyawan, S.STP, M.M.
- Ki Dalang Joko Siswoyo dari Sraten.
- Ketua Persaudaraan Masyarakat Budaya Indonesia (Permadani) Kecamatan Tuntang, Bapak Pujiyanto, S.E, M.M., beserta anggota
- Babinsa Desa Sraten, Sertu Sumantri.
Keamanan selama acara berlangsung dijaga dengan baik oleh anggota Linmas Desa Sraten, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib.
Setelah seluruh prosesi jamasan selesai dilaksanakan, acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. Momen ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar pegiat budaya, tokoh masyarakat, dan warga. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai media edukasi yang berharga bagi generasi masa depan melalui dokumentasi yang telah dibuat.





Komentar
Posting Komentar