MUSDUS SRATEN 01
Musdus Sraten 01 Sepakati Pembangunan Infrastruktur dan Soroti Isu Keamanan di Pertigaan Patung Gajah
SRATEN – Warga Dusun Sraten 01, Desa Sraten, menggelar Musyawarah Dusun (Musdus) untuk perencanaan anggaran tahun 2026 pada Selasa (29/7/2025) malam. Bertempat di kediaman Kepala Dusun, Bapak Junedi, forum partisipatif ini menyepakati tiga usulan prioritas pembangunan fisik dan menyoroti isu keamanan yang mendesak di lingkungan sekitar.
Musyawarah yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran lengkap pemangku kepentingan, mulai dari Kepala Desa Sraten Rohmad, S.H., beserta perangkat dan tim perencanaan, Ketua RW 01 Pujiyanto, SE, M.M., perwakilan BPD, pengurus RT 01, 02 dan 03, hingga perwakilan lembaga kemasyarakatan seperti PKK, Posyandu, Karang Taruna, dan pengurus Koperasi Merah Putih.
Sebelum sesi diskusi, Kepala Desa Sraten, Rohmad, S.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa Musdus merupakan tahapan krusial dalam siklus perencanaan desa yang transparan dan akuntabel. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga atas partisipasinya dalam berbagai kegiatan desa.
"Terima kasih atas gotong royong warga. ke depan, kita akan memiliki agenda besar Merti Desa pada 19 Agustus 2025, yang akan kita awali dengan khataman Al-Qur'an 30 juz per RW dan ditutup dengan pengajian akbar bersama Gus Imam dari Bringin," kata Rohmad.
Dalam diskusi yang dipimpin oleh salah satu anggota Tim Perencanaan Desa (KPMD), Bapak H, Sinwan dari RW 05, forum berhasil mencapai mufakat untuk memprioritaskan tiga usulan utama. Usulan tersebut adalah pembangunan jembatan penghubung menuju area pemakaman di wilayah RT 03, penutupan saluran air di RT 02, dan pengadaan tempat sampah terpilah di tingkat RW 01.
"Ketiga usulan ini dianggap paling mendesak dan memiliki dampak langsung bagi kenyamanan serta aktivitas warga sehari-hari," ujar pimpinan diskusi saat merangkum hasil kesepakatan.
Sementara itu, isu keamanan menjadi sorotan tajam dalam musyawarah. Ketua RW 01, Pujiyanto, SE, M.M., menyuarakan keprihatinan mendalam terkait meningkatnya angka kriminalitas di sekitar pertigaan Patung Gajah. Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, terjadi serangkaian insiden yang meresahkan warga.
"Sudah tiga kali ini warga yang menjadi korban datang ke masjid untuk meminta rekaman CCTV. Mulai dari kasus perampokan, dugaan penculikan, kehilangan motor, hingga yang paling baru adalah perampasan ponsel yang terjadi pada Selasa sore tadi," ungkap Pujiyanto dengan nada prihatin.
Atas dasar itu, ia secara resmi mengusulkan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis sekitar pertigaan tersebut untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan rasa aman bagi warga.
Forum ini juga menjadi ajang sosialisasi Koperasi Merah Putih (KMP) yang disampaikan oleh ketuanya, Bapak Rohadiyanto. Ia menjelaskan, koperasi ini bertujuan memberdayakan ekonomi warga melalui unit usaha penyediaan sembako murah dan peralatan pertanian. "Pendaftaran akan kami lakukan dengan sistem jemput bola ke pertemuan RT. Syaratnya cukup KTP, simpanan pokok Rp25.000, dan simpanan wajib Rp10.000 per bulan," jelasnya.
Musyawarah berjalan terarah setelah anggota KPMD, Mbak Uum, memaparkan arah kebijakan penggunaan dana desa tahun 2026, memastikan usulan warga selaras dengan prioritas nasional. Kaur Keuangan, Bapak Asrofi, S.E., turut memberikan gambaran struktur APBDes 2025 untuk memberikan konteks keuangan kepada warga.
Acara diakhiri dengan penandatanganan berita acara hasil musyawarah, yang secara resmi mengukuhkan usulan-usulan tersebut untuk dibawa ke jenjang perencanaan selanjutnya di tingkat desa.




Komentar
Posting Komentar