Musholla Nurussa'adah Gelar Santunan Yatim Piatu ke-29 dan Peringatan Tahun Baru Islam 1447 H
Penuh Khidmat dan Meriah, Musholla Nurussa'adah Gelar Santunan Yatim Piatu ke-29 dan Peringatan Tahun Baru Islam 1447 H
LOPAIT, TUNTANG – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Musholla Nurussa'adah, Dusun Lopait, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, pada Sabtu malam (19/7/2025). Ratusan warga bersama tokoh masyarakat dan jajaran pemerintah setempat berkumpul untuk menghadiri acara Santunan Anak Yatim Piatu ke-29 yang dirangkai dengan Peringatan Tahun Baru Hijriah 1447 H.
Acara yang telah menjadi tradisi tahunan ini berlangsung meriah, dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat umum. Turut hadir Camat Tuntang yang diwakili oleh Kasi PPMD, Bapak Pujiyanto, SE, M.M., Danramil Tuntang yang diwakili Babinsa Lopait, Bapak Widodo, serta Kepala Desa Lopait, Bapak Budiono. Kehadiran para kyai, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat semakin menambah khidmat suasana.
Rangkaian Acara yang Penuh Makna
Acara dimulai tepat pukul 20.00 WIB, diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin secara khusyuk oleh KH. Agus Muhammad Faqih Al Hafidz. Gema tahlil dan doa bersama membuka malam yang penuh berkah tersebut, mempersiapkan hati para jamaah untuk menerima limpahan rahmat.
Dilanjutkan dengan
sambutan-sambutan, Bapak Rofin Nawawi selaku Ketua Panitia menyampaikan laporan dan
ucapan terima kasih. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas
terselenggaranya acara untuk ke-29 kalinya.
"Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh hadirin, para donatur, dan semua pihak yang telah membantu, baik moril maupun materiil. Pada tahun ini, kami akan menyantuni 13 anak yatim piatu di lingkungan kami. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini," ujar Rofin Nawawi.
Sementara itu, Bapak Pujiyanto, SE, M.M., yang mewakili Camat Tuntang, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi warga Lopait dalam menyelenggarakan kegiatan positif ini.
"Kegiatan ini adalah wujud nyata empati dan kepedulian sosial kita kepada anak-anak yatim piatu. Momen Tahun Baru Hijriah juga sangat tepat untuk kita melakukan muhasabah, yaitu introspeksi diri, untuk menilai apakah lebih banyak pahala atau dosa yang telah kita perbuat selama setahun ke belakang," pesannya.
Sambutan juga datang dari Kepala Desa Lopait, Bapak Budiono, yang memberikan semangat kepada warganya untuk terus aktif dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan sebagai fondasi kerukunan desa. Tak ketinggalan, Takmir Musholla Nurussa'adah, KH. Nur Hidayat, memaparkan berbagai kegiatan rutin yang hidup di musholla, seperti pengajian rutin, mujahadah, dan kegiatan keislaman lainnya yang bertujuan memakmurkan rumah ibadah.
Sementara itu Wakil Bupati Semarang, Ibu Dra. Hj. Nur Arifah, yang dijadwalkan hadir, tidak bisa hadir karena ada acara yang bersamaan pada malam tersebut
Puncak Acara: Santunan dan Mauidhoh Hasanah
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah prosesi santunan kepada 13 anak yatim piatu. Prosesi yang mengharukan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lopati, Bapak Budiono, bersama Ibu Kepala Desa, yang kemudian diikuti oleh para tokoh masyarakat dan pejabat yang hadir untuk memberikan santunan secara simbolis.
Setelah lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menyejukkan hati, acara puncak diisi dengan Mauidhoh Hasanah (ceramah) oleh penceramah kondang dari Karanganyar, Solo, Bapak KH. Amin Mustofa.
Dengan gaya penyampaiannya yang khas, KH. Amin Mustofa mengupas tuntas hikmah di balik menyantuni anak yatim dan makna mendalam dari pergantian Tahun Baru Hijriah. Beliau mengajak jamaah untuk senantiasa:
· Menjaga kerukunan dan hubungan baik dengan tetangga.
· Rajin bersedekah sebagai penolak bala dan pembuka rezeki.
· Memperbanyak istighfar untuk memohon ampunan Allah SWT.
· Istiqomah dalam sholat berjamaah di masjid atau musholla.
Uniknya, ceramah beliau diselingi dengan alunan musik bernuansa dangdut dalam konsep "Nada dan Dakwah", yang membuat pesan-pesan agama lebih mudah diterima dan suasana menjadi lebih hidup tanpa mengurangi esensi dakwah. Grup Qosidah Nasiha Ria juga turut memeriahkan acara dengan lantunan shalawat dan lagu-lagu Islami.
Acara yang sarat makna dan kebersamaan ini berakhir pada pukul 23.30 WIB, ditutup dengan doa bersama dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir.




Komentar
Posting Komentar