PEMBUKAAN PAWIYATAN PANATACARA DAN PAMEDHAR SABDA BREGADA 70

 

Lestarikan Budaya, Camat Tuntang Menghadiri Pembukaan Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada 70

TUNTANG – Sebagai wujud komitmen untuk melestarikan dan mengembangkan adat serta bahasa Jawa, Camat Tuntang, Aris Setyawan, S.STP, M.M., menghadiri acara Purwawiyata atau pembukaan Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda. Acara yang diperuntukkan bagi Bregada 70 Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Semarang ini digelar di Aula Manggala Bakti Praja, Kecamatan Tuntang, pada Jumat (4/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh penting, di antaranya Ketua DPD Permadani Kabupaten Semarang, Seno Wibowo, S.IP, M.M., serta perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang diwakili oleh Danramil Tuntang, Kapten Infanteri Sutarjo.

Turut hadir pula para tokoh budaya dan pendidikan, seperti Ketua Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Tuntang, Pamong Budaya Kecamatan Tuntang, Romo Pujiyanto yang juga menjabat Ketua LKK Kabupaten Semarang, Ki Dalang Joko dari Sraten, dan Empu Muda Ridwan dari Sraten.


 

Pawiyatan Bregada 70 ini berhasil menarik minat sekitar 40 peserta yang tidak hanya berasal dari Kecamatan Tuntang, tetapi juga dari wilayah tetangga seperti Kecamatan Bawen dan Kota Salatiga. Proses pembelajaran dijadwalkan akan berlangsung selama enam bulan, mulai dari Juli hingga Desember 2025.

Dalam sambutannya, sekaligus membuka acara pawiyatan, Ketua DPD Permadani Kabupaten Semarang, Seno Wibowo, menekankan pentingnya semangat dan kesungguhan para peserta. "Jangan sampai menjadi produk gagal, artinya mengikuti pawiyatan namun tidak bisa memanfaatkan ilmu yang didapat," pesannya, mendorong peserta untuk serius belajar dan mengaplikasikan pengetahuannya.

Camat Tuntang, Aris Setyawan, memberikan apresiasi tinggi kepada Pengurus Cabang Permadani Kecamatan Tuntang,  Pujiyanto, SE, MM dan pengurus lain atas inisiatifnya. "Kami berharap adat dan basa Jawa bisa terus berkembang baik di wilayah Kecamatan Tuntang. Keterampilan panatacara dan pamedhar sabda ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dalam acara-acara di pedesaan seperti merti dusun, selamatan, dan lainnya," ujar Camat.

Sementara itu, Romo Pujiyanto turut menyemangati seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa budaya dan bahasa Jawa harus terus dirawat agar tidak punah. "Ada bahasa di dunia yang punah karena tidak ada lagi pengguna dan penerusnya. Jangan sampai itu terjadi pada budaya kita," tegasnya.

Pembukaan acara ditandai dengan prosesi simbolis berupa pengalungan kartu identitas (ID card) kepada perwakilan peserta dan pemotongan tumpeng. Prosesi ini diiringi harapan agar seluruh rangkaian pembelajaran dapat berjalan lancar tanpa kendala hingga tuntas.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

WISUDHA PERMADANI TUNTANG GETASAN

PELANTIKAN PENGURUS BADKO KECAMATAN SE KABUPATEN SEMARANG

WAKIL BUPATI SEMARANG HADIRI MUSCAM BADKO LPQ BANYUBIRU