STIEPARI SEMARANG MENDAMPINGI PEMBUATAN DOKUMEN KELAYAKAN USAHA BUMDES DI KECAMATAN TUNTANG
Tingkatkan Ketahanan Pangan, STIEPARI Semarang Dampingi Empat BUMDesa Susun Dokumen Kelayakan Usaha
KESONGO
– Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan anggaran ketahanan pangan,
empat Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dari Desa Kesongo, Lopait,
Candirejo, dan Jombor mengikuti kegiatan pendampingan intensif untuk
pembuatan dokumen kelayakan usaha. Acara yang merupakan hasil kerja sama
dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI)
Semarang ini diselenggarakan di Balai Desa Kesongo pada hari Senin, 7
Juli 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus BUMDesa dan perwakilan pemerintah dari keempat desa tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa usaha yang akan dijalankan melalui dana ketahanan pangan memiliki landasan yang kuat, terukur, dan berkelanjutan.
Tim pendamping dari STIEPARI Semarang menerapkan metode pendampingan yang fokus, di mana setiap desa didampingi oleh satu mentor ahli. Dalam sesi tersebut, para mentor memaparkan analisis mendalam mengenai berbagai aspek krusial dalam sebuah bisnis, antara lain:
Analisis Keuangan: Proyeksi pendapatan, biaya operasional, titik impas (BEP), dan kelayakan investasi.
Analisis Produksi: Kesiapan bahan baku, proses produksi, kapasitas, dan kontrol kualitas.
Analisis Pemasaran: Identifikasi target pasar, strategi promosi, dan jalur distribusi.
Analisis SDM: Kebutuhan sumber daya manusia, struktur organisasi, dan pengembangan kapasitas pengurus.
"Pendampingan ini sangat penting agar BUMDesa tidak hanya sekadar menjalankan program, tetapi benar-benar membangun sebuah entitas bisnis yang sehat. Dokumen kelayakan usaha ini akan menjadi peta jalan bagi mereka," ujar salah seorang pendamping dari STIEPARI Semarang.
Setelah sesi pemaparan dan diskusi di dalam ruangan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda yang tak kalah penting, yaitu peninjauan langsung ke lokasi yang akan digunakan untuk unit usaha masing-masing BUMDesa. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memvalidasi data yang telah dibahas, mengidentifikasi potensi dan tantangan riil di lapangan, serta memberikan rekomendasi yang lebih konkret dan praktis.
Dengan selesainya kegiatan ini, keempat BUMDesa diharapkan dapat segera merampungkan dokumen kelayakan usahanya. Dokumen tersebut akan menjadi dasar pengajuan dan pelaksanaan program usaha dalam rangka penguatan ketahanan pangan, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dan pemerintah desa untuk memajukan perekonomian lokal.



Komentar
Posting Komentar