SUGIARTO PIMPIN PEPADI KABUPATEN SEMARANG
Sugiarto Pimpin PEPADI Kabupaten Semarang, Festival Dalang Muda Jadi Penanda Regenerasi Budaya
BAWEN, [TUNTANG NEWS] – Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Semarang resmi memiliki kepengurusan baru setelah melalui prosesi pelantikan yang khidmat pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025. Bertempat di Aula Institut Pertanian Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, acara ini tidak hanya menjadi momentum regenerasi organisasi, tetapi juga panggung unjuk bakat bagi para dalang cilik dan remaja dalam sebuah festival yang memukau.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pengurus PEPADI Provinsi Jawa Tengah, jajaran camat se-Kabupaten Semarang, Pengurus Permadani, hingga perwakilan lembaga seni dan kebudayaan setempat.
Suasana kental nuansa budaya Jawa begitu terasa sejak awal acara. Setelah pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ketua Panitia, Bapak Sugiarto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengukuhkan kepengurusan baru sekaligus memberikan ruang bagi generasi penerus untuk berekspresi.
“Acara ini adalah wujud komitmen kami untuk terus melestarikan seni pedalangan. Kami mengucapkan selamat datang dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan,” ujar Sugiarto.
Keindahan budaya Jawa semakin terpancar saat para penari membawakan Beksan Gambyong Parianom dengan gemulai, menghibur seluruh tamu undangan yang hadir sebelum memasuki acara inti.
Puncak acara, yakni prosesi pelantikan, berlangsung dengan sangat sakral. Diawali dengan kirab para calon pengurus dari luar menuju gedung utama, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan. Bapak Sugiarto secara resmi ditetapkan sebagai Ketua dan Bapak Bramantya sebagai Sekretaris PEPADI Kabupaten Semarang untuk periode mendatang. Pengukuhan dan pengambilan sumpah janji dipimpin langsung oleh Ketua PEPADI Provinsi Jawa Tengah.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Sugiarto menekankan pentingnya semangat nguri-uri atau melestarikan adat dan budaya Jawa di tengah tantangan zaman. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersinergi.
“Ini adalah amanah besar untuk menjaga warisan leluhur. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Peran serta Pemerintah Kabupaten Semarang sangat kami harapkan dalam merawat dan mengembangkan ekosistem kebudayaan yang ada, khususnya seni pedalangan,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Setelah rangkaian acara pelantikan ditutup, panggung sepenuhnya menjadi milik para maestro masa depan. Festival Dalang Anak dan Remaja menampilkan lima orang dalang muda yang dengan lincah dan penuh percaya diri memainkan lakon wayang kulit. Penampilan mereka menjadi bukti nyata bahwa regenerasi dalam dunia pedalangan di Kabupaten Semarang berjalan dengan baik dan penuh harapan.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru dan diselenggarakannya festival dalang muda, PEPADI Kabupaten Semarang menandai babak baru dalam upaya pelestarian salah satu warisan budaya adiluhung Indonesia.



Komentar
Posting Komentar