ANGKAT POTENSI RAFTING DAN KULINER KHAS, DESA SAMBIREJO PUKAU PENGUNJUNG FESTIVAL DESA WISATA DI BUKIT CINTA

ANGKAT POTENSI RAFTING DAN KULINER KHAS, DESA SAMBIREJO PUKAU PENGUNJUNG FESTIVAL DESA WISATA DI BUKIT CINTA


BANYUBIRU – Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, menunjukkan eksistensinya dalam ajang bergengsi Festival Desa Wisata Kabupaten Semarang yang digelar di Kawasan Wisata Bukit Cinta pada Sabtu dan Minggu (6-7 Desember 2025). Mengusung tema wisata air (rafting) dan kuliner tradisional, stand Desa Sambirejo berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung serta jajaran pejabat daerah.

Hadir memberikan pendampingan langsung mewakili Camat Bringin, Sekretaris Camat (Sekcam) Bringin, Pujiyanto, S.E., M.M. Kehadiran beliau bertujuan untuk memastikan kesiapan materi pameran serta memaksimalkan promosi potensi lokal yang dimiliki Desa Sambirejo.


Sinergi Wisata Air dan Kuliner Tradisional

Sejak hari pertama, stand Desa Sambirejo tampil estetik dengan dekorasi yang merepresentasikan wisata Rafting. Tidak hanya menjual pemandangan, desa ini juga menyajikan paket konsumsi khas yang menggugah selera, seperti nasi jagung, wedang jahe, rempeyek, kerupuk rambak, serta aneka jajanan pasar lainnya.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Desa Sambirejo memiliki paket wisata yang lengkap. Setelah lelah ber-rafting, wisatawan bisa menikmati hidangan tradisional yang sehat dan autentik," ujar Sekcam Bringin, Pujiyanto, S.E., M.M., di sela-sela kegiatan.

Apresiasi dari Bupati dan Tokoh Nasional

Acara pembukaan yang berlangsung meriah pada Sabtu malam dihadiri langsung oleh Bupati Semarang beserta rombongan VIP, di antaranya Anggota DPR RI Komisi VII, Bapak Samuel, dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bapak Bagus Suryokusumo. Hadir pula unsur Forkopimda, pimpinan DPRD Kabupaten Semarang, serta para kepala OPD.

Dalam kunjungannya ke stand Desa Sambirejo, Bupati Semarang memberikan apresiasi atas kreativitas desa dalam mengemas potensi lokal. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya inovasi di tengah keterbatasan sumber daya alam. “Kreativitas adalah kunci untuk mengubah potensi daerah menjadi destinasi wisata yang bernilai ekonomi tinggi,” tegas Bupati sebelum meresmikan festival secara simbolis.


Seni Niknok dan Sejarah Desa

Memasuki hari kedua, Minggu (7/12), semangat Desa Sambirejo tidak surut. Stand tetap dibuka sejak pagi dengan penyajian kuliner yang selalu segar. Puncak kemeriahan terjadi pada sore hari pukul 14.30 WIB, di mana Desa Sambirejo menampilkan pertunjukan seni budaya khas, yakni Seni Niknok.

Dimainkan oleh enam personel, pementasan ini mengusung tema "Sejarah Desa Sambirejo". Gerakan tari dan irama musik yang dibawakan berhasil memukau penonton, sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai asal-usul desa kepada masyarakat luas.

Optimisme Pengembangan Desa Wisata

Rangkaian festival ditutup dengan pengumuman pemenang pada Minggu malam pukul 20.00 WIB. Menanggapi keikutsertaan ini, Sekcam Bringin, Pujiyanto, S.E., M.M., menyatakan bahwa partisipasi Desa Sambirejo merupakan langkah awal yang sangat positif untuk promosi jangka panjang.

"Partisipasi ini adalah sarana promosi yang efektif. Kami menyarankan agar Pemerintah Desa Sambirejo terus meningkatkan inovasi paket wisata, terutama integrasi antara wisata air dan kuliner, agar menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Semarang," pungkasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, dan masyarakat dalam membangun ekonomi kreatif melalui sektor pariwisata



Komentar

Postingan populer dari blog ini

WISUDHA PERMADANI TUNTANG GETASAN

PELANTIKAN PENGURUS BADKO KECAMATAN SE KABUPATEN SEMARANG

WAKIL BUPATI SEMARANG HADIRI MUSCAM BADKO LPQ BANYUBIRU