KIRAB BUDAYA TIRTA PERWITA SUCI, WARGA DAN PELAJAR SAMBUT ANTUSIAS ESTAFET BUDAYA DI KECAMATAN BRINGIN

 

KIRAB BUDAYA TIRTA PERWITA SUCI, WARGA DAN PELAJAR SAMBUT ANTUSIAS ESTAFET BUDAYA DI KECAMATAN BRINGIN

 


SEMARANG – Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti wilayah Kecamatan Bringin pada Selasa sore, 10 Februari 2026. Pemerintah Kecamatan Bringin menggelar prosesi adat luhur bertajuk "Lung Tinampi Tirta Perwita Suci dan Ulu Wetu", sebuah ritual tahunan yang melambangkan persatuan dan rasa syukur masyarakat Kabupaten Semarang.

Acara yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Bringin ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Bringin, Kepala Dispermasdes Kabupaten Semarang, kepala OPD, serta kepala sekolah dari tingkat SD hingga SMA sederajat. Hadir pula para Kepala Desa beserta perangkat, pendamping desa, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, hingga jajaran pengurus LKK tingkat kecamatan dan kabupaten.

 


Prosesi diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara dari LKK Kecamatan Bringin, dilanjutkan dengan sambutan Pambagya Harjo oleh Ketua Panitia, Sekcam Bringin, Pujiyanto, S.E., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan maksud dan tujuan acara sebagai upaya pelestarian tradisi, sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan acara ini, serta permohonan maaf bila dalam penyambutan maupun penyelenggaraan kegiatan ini masih ada kekurangannya.

Momen sakral terjadi saat dilakukan pencampuran air suci yang berasal dari 16 desa di wilayah Kecamatan Bringin. Dengan diiringi lagu "Bumi Pertiwi" yang menyentuh sanubari, pencampuran air ini menjadi simbol kesatuan tekad warga Bringin. Satu persatu kepala desa se Kecamatan Bringin membawa kendi berisi air suci yang dituangkan dan dicampur dengan tempat yang sudah disediakan panitia.  Suasana semakin khusyuk saat doa dipanjatkan oleh Kyai Imam Fathurrozi, S.Hi., M.Si. (Kepala Desa Pakis), memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh wilayah.

 


Puncak acara di titik pertama adalah penyerahan Tirta Perwita Suci dari Camat Bancak, Bapak Dwi Bambang Setyawanto, S.Pd. M.Pd, kepada Camat Bringin, Bapak Masyhudi, S.H. Rangkaian di kantor kecamatan ini kemudian ditutup dengan doa oleh Bapak Jakfarin, penyuluh KUA Kecamatan Bringin, sebelum rombongan bersiap melanjutkan perjalanan.



Sambutan Hangat Sepanjang Jalan

Perjalanan rombongan pembawa air suci menuju Desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang, menjadi pemandangan yang mengesankan. Di sepanjang rute yang dilewati, warga masyarakat tampak berdiri di tepi jalan memberikan sambutan hangat. Tak ketinggalan, ribuan siswa-siswi SD dan SMP di wilayah Desa Tlompakan, Delik dan Ngajaran,  turut berbaris rapi menyambut rombongan dengan lambaian tangan dan sorak sorai antusias, menambah kemeriahan suasana kirab budaya tersebut.

Setibanya di pelataran SMP N 1 Tuntang, Desa Ngajaran, dilakukan prosesi serah terima estafet selanjutnya. Camat Bringin, Bapak Masyhudi, S.H., menyerahkan Tirta Perwita Suci kepada Camat Tuntang, Bapak Dhani Ardiyanto, S.STP, M.M. Sebagai simbol kebebasan dan keseimbangan alam, selain menyerahkan toya perwita suci, Camat Bringin juga menyerahkan nasi tumpeng lengkang dengan ingkungnya dan bibit mangga arum manis.  Acara dilanjutkan dengan pelepasan burung perkutut ke alam bebas oleh para pejabat yang hadir.

 


Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan doa penutup, ramah tamah, dan foto bersama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol perpindahan air suci antarwilayah, tetapi juga menjadi sarana mempererat kerukunan antarwarga dan mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WISUDHA PERMADANI TUNTANG GETASAN

PELANTIKAN PENGURUS BADKO KECAMATAN SE KABUPATEN SEMARANG

WAKIL BUPATI SEMARANG HADIRI MUSCAM BADKO LPQ BANYUBIRU