NYADRAN DI MAKAM DUSUN KLEGO YANG BERADA DI PUNCAK BUKIT
Khidmat di Puncak Bukit, Warga Dusun Klego Gelar Tradisi Nyadran Jelang Ramadhan
BRINGIN, REMBES – Ratusan warga dari dua dusun, yakni Dusun Klego (Desa Rembes) dan Dusun Tlogo (Desa Kalijambe), berbondong-bondong memadati area pemakaman yang terletak di puncak bukit pinggiran Desa Rembes, Sabtu (14/2/2026) pagi. Kehadiran mereka bertujuan untuk melaksanakan tradisi tahunan Nyadran sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Suasana khidmat sudah terasa sejak pukul 08.00 WIB. Karena lokasi makam berada di ketinggian, para peziarah yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat tampak berjalan kaki secara beriringan menanjak menuju puncak bukit. Meski harus melalui jalur yang cukup menguras tenaga, semangat kebersamaan warga tetap terpancar sepanjang perjalanan.
Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan Kalam Ilahi yang menambah kekhusyukan suasana di tengah semilir angin perbukitan. Dalam sambutannya, ketua penyelenggara menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada warga yang hadir. Selain itu, penyelenggara juga memberikan transparansi mengenai perkembangan keuangan makam serta memaparkan sejumlah pembangunan infrastruktur yang telah berhasil dilaksanakan di area pemakaman tersebut. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa perolehan infaq saat ini untuk dana makam terkumpul lebih dari 10 juta rupiah
Penjabat (Pj) Kepala Desa Rembes, Bapak Pujiyanto, S.E, M.M, dalam sambutannya menekankan bahwa Nyadran bukan sekadar ritual tahunan.
"Nyadran adalah momentum kita untuk memperbanyak doa, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan shodaqoh. Saya berpesan agar warga selalu menjaga kebersihan makam dan lingkungan. Namun yang paling penting adalah menjaga kebersihan hati kita masing-masing menjelang bulan suci Ramadhan," pesan Pujiyanto di hadapan warga.
Puncak acara diisi dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Bapak K. Tajudin Al Khafidz dari Kalibening, Salatiga. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas hikmah di balik tradisi Nyadran. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk semakin rajin beribadah, senantiasa menjaga hati dari penyakit dengki, serta memperbanyak istighfar dan sedekah sebagai bekal di dunia dan akhirat.
Menjelang siang, suasana semakin sakral saat seluruh warga bersama-sama melantunkan ayat suci Yasin dan Tahlil yang dipimpin oleh Kyai setempat. Doa bersama dipanjatkan dengan khusyuk, mendoakan para leluhur yang telah bersemayam di makam tersebut.
Acara
ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama di area makam, sebuah
simbol kerukunan antarwarga Dusun Klego dan Dusun Tlogo. Setelah seluruh
rangkaian acara selesai, warga pun turun dari puncak bukit secara
bersama-sama membawa semangat baru untuk menyambut bulan Ramadhan yang
tinggal menghitung hari






Komentar
Posting Komentar