NYADRAN DI REMBES LOR DESA REMBES

 JELANG RAMADHAN, WARGA REMBES LOR GELAR TRADISI NYADRAN DENGAN PENUH KHIDMAT

 


BRINGIN, SEMARANG – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, ratusan warga Dusun Rembes Lor, Desa Rembes, Kecamatan Bringin, menggelar tradisi tahunan Nyadran pada Jumat pagi, 13 Februari 2026. Bertempat di area Makam Dusun Rembes Lor, acara ini menjadi momentum bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendoakan para leluhur.

Acara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Rembes dan sekitarnya. Tampak hadir di lokasi, Kepala Dusun Rembes, Bapak Agung, bersama KH. Muhammad Shodiqin, S.Ag. Al Khafidz, serta pembicara utama KH. Muhammad Mudatsir, S.Ag, M.Si.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, yang menambah kekhusyukan suasana di area pemakaman yang asri tersebut.

Dalam sambutan pertama, Pengurus Makam menyampaikan laporan terkait perkembangan tata kelola makam, meliputi transparansi keuangan serta progres pembangunan fisik fasilitas makam guna kenyamanan peziarah.

 

Penjabat (Pj) Kepala Desa Rembes, Bapak Pujiyanto, S.E, M.M, dalam sambutannya menekankan hakekat filosofis dari tradisi Nyadran. Beliau menyampaikan bahwa Nyadran bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol pembersihan diri.
“Nyadran adalah momen bagi kita untuk bersih diri, bersih lingkungan, dan yang terpenting adalah bersih hati dalam menghadapi bulan suci Ramadhan,” ujar Pujiyanto. Ia juga memanjatkan doa agar seluruh arwah yang didoakan diampuni dosa-dosanya, diterima amal baiknya, serta seluruh warga yang hadir senantiasa diberikan kesehatan dan dijauhkan dari marabahaya.

Memasuki inti acara spiritual, Kyai setempat bersama KH. Muhammad Shodiqin memimpin pembacaan Yasin dan Tahlil yang diikuti dengan khusyuk oleh seluruh jamaah yang memadati area makam.

Sebagai puncak acara, KH. Muhammad Mudatsir, S.Ag, M.Si menyampaikan tausiyah atau pengajian. Dalam penyampaiannya, beliau mengupas tuntas hakekat Nyadran dalam pandangan Islam, pentingnya Birrul Walidain atau berbakti kepada kedua orang tua meskipun mereka telah tiada, serta kesiapan mental dan spiritual umat muslim dalam memasuki bulan Ramadan.

Tradisi Nyadran di Dusun Rembes Lor ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar warga. Kegiatan ini membuktikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal dan religiusitas masih terjaga dengan kuat di tengah masyarakat Desa Rembes, Kecamatan Bringin.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WISUDHA PERMADANI TUNTANG GETASAN

PELANTIKAN PENGURUS BADKO KECAMATAN SE KABUPATEN SEMARANG

WAKIL BUPATI SEMARANG HADIRI MUSCAM BADKO LPQ BANYUBIRU