NYADRAN DI MAKAM REMBES WETAN DESA REMBES KECAMATAN BRINGIN

 TRADISI NYADRAN DI MAKAM REMBES WETAN: MOMENTUM PEMBERSIHAN DIRI DAN PENGUATAN SILATURAHMI JELANG RAMADAN

BRINGIN, SEMARANG – Ratusan warga Desa Rembes beserta ahli waris yang datang dari berbagai daerah memadati area Makam Rembes Wetan pada Kamis pagi (12/2/2026). Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti prosesi "Nyadran dan Tahlil Kubro", sebuah tradisi turun-temurun masyarakat Jawa dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Acara yang berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 hingga 10.15 WIB ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Semarang, Ibu Dra. H. Nur Arifah, Pj Kepala Desa Rembes, Pujiyanto, S.E, M.M beserta jajaran perangkat desa, para kyai, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh panitia yang dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menambah kekhusyukan suasana di area makam.

Dalam sambutannya, pengelola Makam Rembes Wetan, Bapak K. Muntaha, memaparkan laporan transparansi keuangan serta progres pembangunan fisik makam. Beliau menyampaikan rencana strategis berupa pembangunan dan pelebaran jalan menuju makam sepanjang 200 meter dengan lebar 4 meter.
"Pembangunan akses jalan ini dapat terlaksana berkat sinergi antara wakaf tanah dari Bapak Idris dan penggunaan tanah kas desa. Kami berharap infrastruktur ini memudahkan para peziarah di masa mendatang," ujar K. Muntaha.

Wakil Bupati Semarang dalam arahannya menekankan bahwa tradisi Nyadran bukan sekadar ritual ziarah, melainkan sarana pembersihan diri baik secara fisik maupun batin. Beliau juga memberikan pesan mendalam terkait kelestarian lingkungan.

"Nyadran adalah momen kita menjaga kebersihan, termasuk kebersihan lingkungan. Saya mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan demi mencegah banjir. Lingkungan yang bersih adalah cerminan batin yang bersih," tutur Wakil Bupati. Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi tinggi atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh Pemerintah Desa Rembes dalam beberapa waktu terakhir.

Memasuki acara inti, K.H. Shodiqin, S.Ag. A.H. menyampaikan pengajian tentang makna dan filosofi mendalam di balik tradisi Nyadran. Beliau menekankan pentingnya menyiapkan mental dan spiritual dalam menghadapi bulan suci Ramadan agar ibadah dapat dijalankan dengan maksimal.

Suasana mencapai puncak kekhusyukan saat pembacaan Tahlil Kubro yang dipimpin oleh Bapak K. Sakdullah Hasyim dan pembacaan surah yasin oleh Bapak Eko Winarno, perangkat Desa Rembes. Seluruh jemaah tampak larut dalam doa-doa yang dipanjatkan untuk para leluhur. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Kyai Muhammad Zaenuri, S.Pd.

Kegiatan Nyadran di Makam Rembes Wetan ini kembali membuktikan bahwa nilai-nilai religius dan gotong royong masih terjaga kuat di tengah masyarakat, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur dan kelestarian alam.



 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WISUDHA PERMADANI TUNTANG GETASAN

PELANTIKAN PENGURUS BADKO KECAMATAN SE KABUPATEN SEMARANG

WAKIL BUPATI SEMARANG HADIRI MUSCAM BADKO LPQ BANYUBIRU